APA ITU FRAMEWORK
Pengertian
Framework
Pengertian Framework adalah sebuah kerangka kerja yang
digunakan untuk mempermudah para developer software dalam membuat dan
mengembangkan aplikasi atau software. Framework sendiri berisikan fungsi dasar
dan perintah yang lazim dipakai untuk membuat dan mengembangkan sebuah software
atau aplikasi, dengan harapan aplikasi yang dibuat bisa dibangun secara lebih
terstruktur, lebih cepat serta lebih tersusun dengan cukup rapi.
Fungsi
Framework
Framework memiliki fungsi utama untuk mempermudah para
developer mengembangkan aplikasi dan website terkait struktur MVC (Model View
Controller) yang digunakan. Selain itu, ada tiga fungsi framework yang dapat
Anda ketahui di bawah ini:
1. Program Menjadi Lebih Terstruktur dan Tersusun
Saat developer mengerjakan pengembangan aplikasi atau
website yang besar, maka program yang akan ditulis di dalamnya menjadi semakin
banyak. Terkadang, semakin banyaknya program yang ditulis akan menjadikan
proses debugging semakin lambat. Selain itu, saat Anda mencari kode program
yang error akan semakin sulit karena program yang tidak terstruktur.
Oleh karena itu, dengan adanya framework dapat menjadikan
program menjadi lebih terstruktur sehingga Anda dapat dengan mudah menemukan
kode yang perlu diperbaiki. Bahkan beberapa jenis framework ada yang menerapkan
konsep MVC (Model View Controller) yang akan memudahkan developer untuk
memisahkan antara logika dan view.
2. Praktis untuk Developer
Saat Anda mengembangkan aplikasi atau website, akan lebih
praktis ketika Anda menggunakan framework. Alasannya karena framework sudah
menyediakan kode berupa function dan class jadi proses pembuatan software atau
aplikasi akan menjadi lebih cepat. Anda cukup memanggil function atau class
tersebut ke dalam kode program Anda.
3. Memiliki Keamanan yang Lebih Unggul
Selama bertahun-tahun, keamanan untuk aplikasi dan website
telah menjadi perhatian utama bagi developer. Beberapa dari developer telah
menggunakan segala cara untuk
mengamankan aplikasi dan website yang telah mereka buat.
Setelah framework hadir, developer boleh sedikit tenang soal
keamanan program yang telah dibuat. Karena setiap celah keamanan dari framework
sudah diidentifikasi oleh 10-100+ developer ahli. Framework juga terus
diperbarui versinya untuk menawarkan fitur baru dan menangani bug yang meminimalisir
celah keamanan framework.
Jenis-Jenis
Framework untuk Web Development
Ada banyak sekali framework yang bisa digunakan untuk
pengembangan website. Dimana beda bahasa pemrograman, beda pula jenis framework
yang harus Anda gunakan. Berikut jenis-jenis framework:
1. Framework JavaScript
Vue.js — Walaupun terhitung pemain baru, Vue.js dengan cepat
menjadi populer. Selain ringan dengan ukuran hanya 58KB saja, Vue.js juga
sangat sederhana dan memiliki keamanan yang baik.
React.js — Ringan dan sangat cocok digunakan untuk
mengembangkan website besar. Memiliki segudang fitur canggih seperti reusable
component dan declarative yang memudahkan Anda.
Angular.js — Sangat direkomendasikan untuk pemula. Terutama
bagi Anda yang ingin mengembangkan website dengan konsep Rich Internet
Application (RIA) atau Single Page Application (SPA).
Ember.js — Dikenal mempunyai kecepatan dan performa kodenya
yang patut diacungi jempol. Ember.js juga mempunyai banyak plugin yang bisa
meningkatkan kinerja lebih baik lagi.
Backbone.js — Memiliki beberapa fitur menarik bagi
developer. Salah satunya adalah RESTful JSON yang memungkinan website Anda
berkomunikasi dengan bahasa pemrograman lainnya.
Node.js — Framework yang memungkinan Anda menjalankan
JavaScript dari server. Node.js memiliki pustaka server sendiri sehingga Anda
tak perlu menggunakan program web server dari luar.
2. Framework
PHP
Laravel — Framework PHP terpopuler di dunia. Laravel
mempunyai sintaks yang elegan, rapi, dan ringkas.
CodeIgniter — Sangat cocok bagi Anda yang baru belajar PHP
framework. Sebab, CodeIgniter mudah dipahami dan mempunyai dokumentasi lengkap.
Symfony — Menawarkan fitur bundle dan komponen. Sehingga
Anda bisa mengambil sebagian fungsi PHP, atau keseluruhan secara langsung.
Yii — Mempunyai konfigurasi cukup mudah dengan performa dan
tingkat keamanan yang baik.
Zend — Cocok digunakan bagi Anda yang sudah mengerti
dasar-dasar PHP. Sebab, Zend digunakan untuk pengembangan website enterprise
yang kompleks.
CakePHP — Menawarkan kumpulan library yang berisi banyak
komponen. Bahkan bisa dibilang komplit.
Phalcon — Mempunyai performa yang lebih konsisten dibanding
framework CSS lain.
FuelPHP — Framework PHP yang cukup ringan dan mendukung
template parsing, powerful ORN, dan fitur-fitur lainnya yang memudahkan Anda.
Fat Free — Merupakan satu-satunya framework yang mengusung
tema mikro. Memiliki berbagai fitur seperti kompresi CSS, pemrosesan gambar,
validasi data, dan masih banyak lainnya.
Aura — Mempunyai seperangkat libraries yang bisa Anda
integrasikan dengan project apapun. Selain itu, setiap librariesnya juga tidak
memilikid depencies sehingga sangat fleksibel.
Comments
Post a Comment